Sabtu, 02 Maret 2019

baca aja.....



Stop....no comment
By: bintu zahari



Assalamu’alaikum....... Alhamdulillah sampai detik ini Alloh masih memberikan kita kesempatan untuk merasakan nikmat yang begitu luar biasa..... nikmat yang mustahil dapat terhitung.....mulai dari nikmat iman, islam, kesehatan, kesempatan, waktu luang, dan lainnya yang tak dapat kita sebutkan satu persatu. Dan karena nikmat itulah, saya masih bisa melanjutkan tulisan di blog ini, bisa berbagi pengetahuan dan ilmu kepada sesama.

Dewasa ini, fenomena hijrah begitu viral dibicarakan dimana-dimana. Baik dari mulut ke mulut, media sosial, hingga media cetak. Banyak dari mereka yang menghujat orang-orang yang sedang berusaha menempuh jalan kebenaran, mereka banjiri media sosial dengan komentar-komentar yang tidak pantas sebenarnya, apalagi sesama muslim. “sok agamis, sok alim, biasanya juga buka-buka aurat, atau biasanya juga nongkrong bareng.  Sebenarnya apa sih hakikat dari HIJRAH hingga banyak orang yang terlalu “ikut campur” dalam urusan ini. Maksudnya ikut campur disini terlalu sibuk akan perubahan baik yang ditempuh oleh seseorang. Ada saudaranya yang ingin melakukan perubahan bukannya didukung tapi malah sebaliknya. Satu kata ajalah  “astaghfirulloh”
 ukhti....
coba banyangin gimana tuh perasaan orang-orang yang sedang dalam proses hijrah tersebut? Udah sih jangan bertingkah macam-macam. “tapi rasanya, itu semua hanya untuk tujuan keteneran, pencitraan, dan meraih simpatisme orang banyak dan para netizen. Ehh...ingat ukh yang tahu hati manusia itu hanya Alloh. Dia pemilik hati-hati manusia, semuanya ada di genggaman-Nya. Dan kalau memang niatnya salah begitu, itu jadi urusan dia sama Alloh, kita nggak boleh ikut-ikutan.

Jumat, 01 Maret 2019

Essential brotherhood
Created br: UNIRIDALAGI, SIPUTRIMINANG

Ditengah suasana dingin desa pilang, Sragen, ingin rasanya menuliskan sebuah tulisan sederhana kemudian membaginya. Yahh… semoga saja ada yang bisa mengambil manfaat dari apa yang saya tulis. Karena sekecil apapun itu, apabilamembawa manfaat bagi orang lain jangan pernah untuk menundanya. Jadi inget quotes seseorang “karena barometer penilaian terhadap seseorang itu dilihat dari sejauh mana dia memberikan manfaat kepada orang lain”
Ada pepatah arab yang mengatakan :
 خير الناس أنفعهم للناس
“sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”
Ehh… kok malah kemana-mana, but every thing is ok, right?
Langsung aja ya guys….

PERSAUDARAAN SESAMA MUSLIM…saya rasa kita sering mendengar hal ini, baik secara lisan, tulisan-tulisan yang kita baca, atau bahkan dari media sosial yang kita dengar. Tapi tidak ada salahnya kita mengulang kembali, setidaknya bisa menjadi pengingat kembali. Saudaraku dimanapun kalian berada….. tuntutan dalam islam bagi pemeluknya yang bernama muslim, bukan terbatas hanya syahadatain, kewajiban shalat, puasa, zakat, dan juga haji. Tapi selain itu, tahukah kita ada tuntutan penting yang harus yang harus kita jalani, yaitu menjalin persaudaraan sesama muslim, atau biasa kita sebut, ukhuwah islamiyyah. Sehingga penting sekali kita untuk mempelajari islam secara kaffah dan sempurna, belajar islam itu full, nggak setengah-setengah, langsung masuk ke akar-akarnya. Coba kita ibaratkan, jika kita ingin membeli rumah baru, pasti kita akan melihat rumah yang akan kita beli secara detail, kita masuku rumah tersebut dan kita perhatikan secara detail. Begitu juga kita dalam berislam.
Kembali ke persaudaraan.
Rasululloh menggambarkan dalam haditsnya, permisalahan persaudaraan sesama muslim itu ibarat satu badan “perumpamaan antara muslim dengan muslim yang lain dalam hal saling mencintai dan menyayangi ibarat satu badan, apabila ada salah satu bagian yang sakit maka yang anggota lain juga akan merasakan sakit.”
MaasyaAlloh…. Begitu indah.
selain hadits diatas, banyak lagi hadits Rasululloh yang mengarahkan kita kepada persaudaraan, seperti perintah Rasululloh untuk berkata baik atau diam, tujuannya agar tidak muncul permusuhan. Kemudian perintah beliau untuk memperbanyak kuah tatkala memasak sesuatu, agar kita dapat berbagi kepada sesama apalagi tetangga, (jadi bukan hanya berbagi wanginya saja)…..sekali lagi tujuannya adalah untuk memunculkan persaudaraan. Para sahabat Rasululloh menjalankan persaudaraan semacam ini, sebagaimana mereka menjalankan ketaatan yang lain. Mereka senantiasa itsar terhadap sesama. Bahkan saking bersemangatnya mereka dalam hal ini mereka sampai lupa akan diri mereka sendiri.
Ingatlah saudaraku, bukan hanya saat senang dan lapang kepeduliaan itu kita tumbuhkan, bahkan dalam keadaan sulit dan sempitpun harus kita biasakan. “barang siapa yang memudahkan urusan saudaranya di dunia, maka akan Alloh mudahkan urusannya di akhirat kelak”, ini janji Alloh, kita tidak perlu meragukan janji-Nya yang pasti nyata.
 Ayoo, melangkah bersama dengan jalinan ukhuwah ini, bersama kita gapai ridha dan jannah-nya…..






Hanya diam membisu Ma’had Aly Hidayaturrahman, jum’at yang semoga penuh barokah, 26 juli 2019 M           Miris….. entah bagai...