Senin, 25 Februari 2019

pesan moril untuk mu

Lembar inspirasi mahsiswi

Pesan hati untuk para calon pembesar
Oleh : radhiyah

Mahasiswa, mahasiwi. Sebutan bagi seseorang yang tengah menjalani pndidikan tingkat akhir yang paling tinggi setelah lulus dari bangku sekolah mengengah atas. Ya…kurang lebih begitulah persepsi dasarnya. Setiap orang mungkin memiliki persepsi yang berbeda-beda, tinggal bagaimana setiap individu memandang. Anda termasuk salah seorang mahsiswa atau mahasisiwi? Jika iya, saya ingin “sharing” dengan kawan-kawan semua, para calon pemimpin besar yang memiliki peran luar biasa, dalam perjuangan dien, ummat, serta negara tempat kita bernaung ini. Sebagai seorang mahasiswa pastilah kita sudah paham betul bagaiman peran yang harus kita jalani dalam menjalani study pendidikan ini. Banyak tuntutan yang harus kita sanggupi. Kesadaran yang dibangun diawal, bahwasannya kita bukanlah siswa SMA lagi yang sebagian besar hanya mengikuti aliran pembelajaran yang di berikan di sekolah, membetulkan setiap apa yang disampaikan tanpa berpikir mengenai argumen dalam diri dan kebenaran akan pertanyataan. Pokoknya papun yang disampaikan yah, it’s right.
Bukan….jika dulu memang benar begitu, sekarang bukan saatnya mempertahankan keadaan yang seperti itu. Tapi perubahan yang akan muncul saat ini. Saya dituntut, anda dituntut, dan kita bersama dituntut untuk selalu berpikir skeptis, analisis, dan kritis. Pola berpikir kini sudah meluas, bagaimana kita haus pandai memandang realita dan permasalahan yang kongkrit terjadi. Selalu siap untuk menyampaikan argumen yang kita miliki, menganalisi setiap masalah masalah yang akan di hadapi dalam dunia pendidikan mahasiswa. Tampil dengan bekal ilmu pengetahuan yang dimiliki. Setiap kita punya potensi, tinggal bagaimana kita mengolahnya.
Para calon pembesar…..
Sekali lagi, setiap kita punya tugas besar. Setelah semua ini kita akan terjun dan berlabuh dalam sebuah wadah yang lebih besar dan lebih menantang dari pada dunia perkampusan. Kita akan menghadapi banyak rintanagan terjal. Permasalahan umat, umat menunggu lahirnya para generasi hebat. Para akademisi, para calon-calon sarjana yang akan berperang dengan segudang ilmu, skill, dan talent. Sekarang coba untuk berpikir realistis, lihat semua realita yang ada di depan mata. Gimana berantakan dan carut-marutnya negara ini. sisi perpolitikan, ekonomi, sumber daya alam, sumber daya manusia, dan yang paling penting adalah ghazwatul fikr yang sudah meruak ke dalam kehidupan manusia. Jangan kita pikir doktri-doktrin pemikiran barat itu sesuatu yang microable, sekulerisme, liberalisme, dan lainnya. serta seabrek permasalahan besar lainnya. Pastinya kita tidak akan diam saja kan? Untuk saat ini bukan diam, tapi sedang dalam tahap persiapan, yah….saya yakin.
Jangan lupa untuk selalu perkuat niat dan permantap hati. Karena tantangan zaman akan semakin berat. Kesungguhan dalam meniti tujuan, lebih di pertangguhkan. Dan yang paling menjadi pondasi dari segalanya adalah bersandar kepada yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, aelalu libatkan Alloh dalam hal apapun. Mustahil akan tercapai tanpa Alloh.
Sobat, terakhir…. Saya hanya ingin menyampaikan peasan moril singkat, sederhana. Kalau kamu sekarang dalam keadaan tertidur, bangunlah dari pejaman mata yang hanya akan berakhir penyesalan. Lihat ke depan ada gerbang peluang yang terbuka lebar, kemudian lihat lagi ke depan ada pintu yang di dalamnya banyak orang yang MENUNGGU. Lihat lagi ke depan, ada ruangan yang penuh kebahagiaan, dan jika kamu melewati semua itu, kamu akan berakhir di sini.


Salamnakcampus……

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hanya diam membisu Ma’had Aly Hidayaturrahman, jum’at yang semoga penuh barokah, 26 juli 2019 M           Miris….. entah bagai...