Lembar inspirasi mahsiswi
Pesan hati untuk para
calon pembesar
Oleh : radhiyah
Mahasiswa, mahasiwi. Sebutan bagi seseorang yang tengah menjalani
pndidikan tingkat akhir yang paling tinggi setelah lulus dari bangku sekolah
mengengah atas. Ya…kurang lebih begitulah persepsi dasarnya. Setiap orang
mungkin memiliki persepsi yang berbeda-beda, tinggal bagaimana setiap individu
memandang. Anda termasuk salah seorang mahsiswa atau mahasisiwi? Jika iya, saya
ingin “sharing” dengan kawan-kawan semua, para calon pemimpin besar yang
memiliki peran luar biasa, dalam perjuangan dien, ummat, serta negara tempat
kita bernaung ini. Sebagai seorang mahasiswa pastilah kita sudah paham betul
bagaiman peran yang harus kita jalani dalam menjalani study pendidikan ini.
Banyak tuntutan yang harus kita sanggupi. Kesadaran yang dibangun diawal,
bahwasannya kita bukanlah siswa SMA lagi yang sebagian besar hanya mengikuti
aliran pembelajaran yang di berikan di sekolah, membetulkan setiap apa yang
disampaikan tanpa berpikir mengenai argumen dalam diri dan kebenaran akan
pertanyataan. Pokoknya papun yang disampaikan yah, it’s right.
Bukan….jika dulu memang benar begitu, sekarang bukan saatnya
mempertahankan keadaan yang seperti itu. Tapi perubahan yang akan muncul saat
ini. Saya dituntut, anda dituntut, dan kita bersama dituntut untuk selalu
berpikir skeptis, analisis, dan kritis. Pola berpikir kini sudah meluas,
bagaimana kita haus pandai memandang realita dan permasalahan yang kongkrit
terjadi. Selalu siap untuk menyampaikan argumen yang kita miliki, menganalisi
setiap masalah masalah yang akan di hadapi dalam dunia pendidikan mahasiswa. Tampil
dengan bekal ilmu pengetahuan yang dimiliki. Setiap kita punya potensi, tinggal
bagaimana kita mengolahnya.
Para
calon pembesar…..
Sekali lagi, setiap kita punya tugas besar. Setelah semua ini kita
akan terjun dan berlabuh dalam sebuah wadah yang lebih besar dan lebih
menantang dari pada dunia perkampusan. Kita akan menghadapi banyak rintanagan
terjal. Permasalahan umat, umat menunggu lahirnya para generasi hebat. Para
akademisi, para calon-calon sarjana yang akan berperang dengan segudang ilmu,
skill, dan talent. Sekarang coba untuk berpikir realistis, lihat semua realita
yang ada di depan mata. Gimana berantakan dan carut-marutnya negara ini. sisi
perpolitikan, ekonomi, sumber daya alam, sumber daya manusia, dan yang paling
penting adalah ghazwatul fikr yang sudah meruak ke dalam kehidupan
manusia. Jangan kita pikir doktri-doktrin pemikiran barat itu sesuatu yang microable,
sekulerisme, liberalisme, dan lainnya. serta seabrek permasalahan besar
lainnya. Pastinya kita tidak akan diam saja kan? Untuk saat ini bukan diam,
tapi sedang dalam tahap persiapan, yah….saya yakin.
Jangan lupa untuk selalu perkuat niat dan permantap hati. Karena tantangan
zaman akan semakin berat. Kesungguhan dalam meniti tujuan, lebih di
pertangguhkan. Dan yang paling menjadi pondasi dari segalanya adalah bersandar
kepada yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, aelalu libatkan Alloh dalam hal
apapun. Mustahil akan tercapai tanpa Alloh.
Sobat, terakhir…. Saya hanya ingin menyampaikan peasan moril
singkat, sederhana. Kalau kamu sekarang dalam keadaan tertidur, bangunlah dari
pejaman mata yang hanya akan berakhir penyesalan. Lihat ke depan ada gerbang
peluang yang terbuka lebar, kemudian lihat lagi ke depan ada pintu yang di
dalamnya banyak orang yang MENUNGGU. Lihat lagi ke depan, ada ruangan yang
penuh kebahagiaan, dan jika kamu melewati semua itu, kamu akan berakhir di
sini.
Salamnakcampus……
Tidak ada komentar:
Posting Komentar