Senin, 08 April 2019

QABIDHATUL JAMRI


Bismillahi dzul mahabbati wa rahmah
Alhamdulillah, beribu rasa syukur hanya di persembahkan kepada Ilahi Rabbi, rabb semesta alam, dzat yang berhak atas segala perkara, dan Maha berkehendak atas segala urusan. Tidak ada kata yang pantas keluar dari lisan seorang muslim kecuali rasa syukur tersebut… dan semoga kita semua termasuk golongan hamba Alloh yang senantiasa bersyukur, bukan golongan yang kufur akan nikmatnya. Aamiin….
Shalawat beriringkan salam semoga tidak pernah alpa tercurahkan kepada manusia mulia, putra padang pasir, sang panglima perang terhebat sepanjang masa, suri tauladan terhebat bagi para umat manusia. Karena atas perjuangan besar beliau kita dapat merasakan begitu manisnya cahaya islam ini.
Yahh…. Kali ini saya akan berbagi tulisan sederhana mengenai perjuangan islam. Walaupun sebelumnya sempat buntu mau berbagi tulisan apa buat semuanya.
Renungi hadits Nabi yang satu ini yuk “sesungguhnya islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing. Maka berbahagialah bagi para ghuraba’, lalu Rasululloh ditanya siapakah para ghuraba’ tersebut? Merekahlah yang membuat perubahan tatkala manusia berbuat kerusakan. Perlu kita pahami Bersama bahwa keadaan pada masa yang disebutkan oleh Rasululloh dalam haditsnya benar telah terjadi. Begitu banyaknya manusia bahkan yang mengaku muslim dan umat nabi Muhammad namun yang mereka melakukan banyak kerusakan di muka bumi dengan tangan mereka sendiri yang tanpa sadar hanya akan merugikan diri mereka sendiri. Namun tak dapat dipungkiri bahwasanya disamping itu semua masih ada segolongan orang yang melakukan perubahan terhadap umat islam, merekalah yang dengan tsiqqahnya mengamalkan setiap ajaran syariat lantas berjuang mengajarkan, mengajak umat menuju jalan yang haq. Mereka itulah golongan yang teguh menggenggam sunnah-sunnah nabi, karena mereka yakin menjalankannya adalah sebuah sebab datangnya Barakah yang sangat besar, dan mendatangkan cinta Alloh, mereka istiqamah dimana orang lain merasa berat untuk menjalankannya. Mereka itulah yang datang dengan misi yang besar, misi iqamatuddin, amar ma’ruf dan nahyi munkar. Mereka itulah umat nabi Muhammad yang disebutkan sebagai “qobidhatul jamri” sang pemegang bara api. Sepanas apapun bara itu, namun syariat islam tetaplah harus di pegang erat. Tanpa takut kesengsaraan, kesusahan, kesulitan, dan berbagai bahaya yang mengecam, karena mereka selalu yakin akan janji Alloh yang tidak perlu ditanya, janji Alloh yang benar-benar nyata adanay bagi hamba-hamba-Nya tersebut.
Saudaraku……. Saya mengajak diri saya sendiri dan juga kalian semua untuk Bersama berjalan dalam titihan jalan ini. Bersama berjalan dan ikut mengajak yang lain…
Sehampar malam  desa pilang, Masaran, Sragen, hidayaturrahman Islamic university…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hanya diam membisu Ma’had Aly Hidayaturrahman, jum’at yang semoga penuh barokah, 26 juli 2019 M           Miris….. entah bagai...