Bismillahi dzul mahabbati wa rahmah
Alhamdulillah,
beribu rasa syukur hanya di persembahkan kepada Ilahi Rabbi, rabb semesta alam,
dzat yang berhak atas segala perkara, dan Maha berkehendak atas segala urusan. Tidak
ada kata yang pantas keluar dari lisan seorang muslim kecuali rasa syukur
tersebut… dan semoga kita semua termasuk golongan hamba Alloh yang senantiasa
bersyukur, bukan golongan yang kufur akan nikmatnya. Aamiin….
Shalawat beriringkan
salam semoga tidak pernah alpa tercurahkan kepada manusia mulia, putra padang
pasir, sang panglima perang terhebat sepanjang masa, suri tauladan terhebat
bagi para umat manusia. Karena atas perjuangan besar beliau kita dapat
merasakan begitu manisnya cahaya islam ini.
Yahh…. Kali ini saya akan berbagi tulisan
sederhana mengenai perjuangan islam. Walaupun sebelumnya sempat buntu mau
berbagi tulisan apa buat semuanya.
Renungi hadits
Nabi yang satu ini yuk “sesungguhnya islam datang dalam keadaan asing dan akan
kembali dalam keadaan asing. Maka berbahagialah bagi para ghuraba’, lalu
Rasululloh ditanya siapakah para ghuraba’ tersebut? Merekahlah yang membuat perubahan
tatkala manusia berbuat kerusakan. Perlu kita pahami Bersama bahwa keadaan pada
masa yang disebutkan oleh Rasululloh dalam haditsnya benar telah terjadi. Begitu
banyaknya manusia bahkan yang mengaku muslim dan umat nabi Muhammad namun yang
mereka melakukan banyak kerusakan di muka bumi dengan tangan mereka sendiri
yang tanpa sadar hanya akan merugikan diri mereka sendiri. Namun tak dapat dipungkiri
bahwasanya disamping itu semua masih ada segolongan orang yang melakukan
perubahan terhadap umat islam, merekalah yang dengan tsiqqahnya mengamalkan
setiap ajaran syariat lantas berjuang mengajarkan, mengajak umat menuju jalan
yang haq. Mereka itulah golongan yang teguh menggenggam sunnah-sunnah nabi,
karena mereka yakin menjalankannya adalah sebuah sebab datangnya Barakah yang
sangat besar, dan mendatangkan cinta Alloh, mereka istiqamah dimana orang lain
merasa berat untuk menjalankannya. Mereka itulah yang datang dengan misi yang
besar, misi iqamatuddin, amar ma’ruf dan nahyi munkar. Mereka itulah umat nabi
Muhammad yang disebutkan sebagai “qobidhatul jamri” sang pemegang bara api. Sepanas
apapun bara itu, namun syariat islam tetaplah harus di pegang erat. Tanpa takut
kesengsaraan, kesusahan, kesulitan, dan berbagai bahaya yang mengecam, karena
mereka selalu yakin akan janji Alloh yang tidak perlu ditanya, janji Alloh yang
benar-benar nyata adanay bagi hamba-hamba-Nya tersebut.
Saudaraku……. Saya mengajak diri saya
sendiri dan juga kalian semua untuk Bersama berjalan dalam titihan jalan ini. Bersama
berjalan dan ikut mengajak yang lain…
Sehampar malam desa pilang, Masaran, Sragen, hidayaturrahman
Islamic university…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar