Sabtu, 13 Juli 2019



Sang pejuang
Ma’had Aly Hidayaturrahman, Pilang, Masaran, Sragen, Jawa Tengah
Ditengah hamparan gelap yang berhias terang nya ribuan butir bintang diujung sana membuat malam ini serasa begitu syahdu. Iya….. benar-benar syahdu dirasa dan dipanca indraku. Entah hanya aku yang merasakan atau begitu juga dengan beberapa orang lain…. Entahlah, namun yang pasti aku ingin mengatakan “malam ini berbeda dari malam-malam biasanya”…. Well… karena menjadikan suasana hati ini lebih baik,, aku putuskan untuk menuliskan setidaknya beberapa ratus karakter kata yang akan menjadi tulisan sederhana.
Saya jadi teringat dengan perkataan seorang dosen tempo lalu, yang mengatakan dengan cara khasnya, “remaja itu bisa diibaratkan seperti matahari pada pukul 12 siang, sangat terik, sangat panas, sangat menyengat, sangat panas, dan sangat silau”. Jadi maknanya pada masa itulah baik semangat, keingianan, dan juga ghirah dari seseorang itu melejit, pada masa yang disebut masa remaja. Masa yang datangnya hanya satu kali dalam kehidupan manusia. Pada fase itu seseorang akan gigih mencari jati dirinya. Membuat sesuatu yang akan menjadi history besar dalam hidupnya, mengukir sejarah atau bahkan peradaban yang sangat besar. Yah….memang seharusnya seperti itulah remaja. Bagaimana tidak, para sahabat Rasululloh yang telah berhasil menjadi teladan. Bagaimana seorang remaja belasan tahun sangat akrab dengan PENGORBANAN, dengan diri mereka, mereka turun ke medan jihad untuk mengikuti perang melawan musuh islam, memimpin ribuan pasukan, menjadi panglima muda yang mengomando setiap gerakan, dan begitu banyak para ulama, mujtahid, mufti, muhaddits, mufassir yang menjadi cendekiawan muda diusia remaja, padahal kondisi pada saat itu begitu sulit. Malu? Iya….memang seharusnya kita merasa malu akan kondisi yang tampak nyata didepan mata kita saat ini. Kita sangat jauh dari gambaran para salaf. Lantas pertanyaan, LIMADZA??
Apa kita hanya tertegun mendengar kisah para figure heroik islam? Mana para penerus Muhammad Al-Fatih yang mampu menaklukkan konstatinopel pada usia 21 tahun, mana pejuang sebagaimana shalahuddin Al-Ayubi sang penakluk Baitul maqdis, mana Thariq bin Ziyad pemuda hebat penakluk Andalusia???????? Mana ruh perjuangan mereka yang seharusnya tertanam dalam diri kita??
So,,,,,,tunggu apalagi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hanya diam membisu Ma’had Aly Hidayaturrahman, jum’at yang semoga penuh barokah, 26 juli 2019 M           Miris….. entah bagai...